Kamis, 16 Desember 2010

Manfaat satu pohon

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan yang cukup luas di dunia. Tentu saja hutan yang ada di Indonesia sangat berarti bagi kehidupan masyarakat. Akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perjanjian-perjanjian antar negara dalam upaya penyelamatan hutan. di Indonesia sendiri, luas hutan terus berkurang sepanjang tahun dan terjadi kerusakan hutan oleh orang-orang yang tidah bertanggung jawab. Hutan terdiri dari banyak pohon yang tidak sejenis namun memiliki manfaat yang sama.

Pada situasi saat ini, diharapkan setiap orang menyadari betapa pentingnya keberadaan hutan bagi kehidupan umat manusia. Walaupun satu pohon merupakan bagian kecil dari hutan yang luas, tetapi fungsinya tidak sekecil pandangan kita terhadap jumlahnya.

Keadaan hutan di Indonesia saat ini sungguh memprihatinkan. Penebangan liar tak henti-hentinya beroperasi dan pembakaran hutan yang meluas masih terjadi saat ini. Manusia jugalah yang merasakan dampaknya seperti kebanjiran, penipisan ozon, dan lain sebagainya. Kondisi hutan Indonesia semakin parah. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mencatat, kini hanya 32 juta hektare (ha) hutan berada dalam kondisi baik dari total 109 juta ha kawasan hutan Indonesia. Sisanya, 77 juta ha tengah dalam kondisi kritis. jelas akan mengancam lingkungan dan ketersediaan air.
Salah satu permasalahan di perkotaan yaitu jumlah polusi yang dihasilkan dari pembakaran, gas buang kendaraan, gas industri dan lain sebagainya. Pada kasus ini yang akan dianalisa yaitu manfaat satu pohon dalam hutan yang ada di perkotaan ataupun di lingkungan masyarakat. Potensi hutan yang luasnya 1 ha memiliki 350 pohon dengan rata-rata diameter 36 cm. Potensi penyimpanan karbon pohon dengan umur tegakan 30 tahun sebesar 147,84 ton/ha dengan prosentase penyimpanan terbesar pada bagian :
1. Batang ( 73,46% )
2. Cabang ( 16,14 % )
3. Kulit ( 6,99 % )
4. Daun ( 3,17 % ) dan
5. Bunga-buah ( 0,24 % )
Dari data tersebut dapat diketahui kemampuan satu pohon yaitu menyerap 14 kg/tahun. Dari hasil penelitian diperoleh nilai debit andalan yang dapat dipergunakan pada musim kemarau sebesar 1,82 liter/detik yang terjadi pada bulan Agustus dan September, sedangkan pada musim penghujan debit yang dapat dimanfaatkan sebesar 29,82 – 67,55 liter/detik.
Dengan demikaian 1 ha hutan dapat memenuhi air bersih hingga 19 orang dimana 1 pohon dalam hutan tersebut memberi kontribusi sebesar 0,3 persen.
Dalam menangani masalah ini perlu ada kebijakan yang tegas dari semua pihak yang terkait termasuk masyarakat. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan melestarikan hutan antara lain:
1. Penanaman pohon.
2.Penyuluhan ke masyarakat oleh pemerintah setempat untuk memotivasi sikap dan kesadaran masyarakat untuk melestarikan hutan.
3. Mengikutsertakan masyarakat dalam memonitoring keadaan hutan.
4. Penegakan hukum.
5. Peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar hutan.

Dari paparan tersebut nampak bahwa sesungguhnya peran satu pohon di hutan sangat besar apalagi secara keseluruhan hutan. Dengan demikian kita tidak boleh menganggap kecil peran pohon dan merusaknya begitu saja. Kita tidak dapat pungkiri bahwa kita tergantung pada hutan.
Begitu banyak manfaat hutan dalam menyokong kehidupan manusia dan banyak pula cara kita untuk mempertahankan kelestarian hutan.
Keberadaan hutan adalah anugerah bagi kita. Oleh karena itu marilah kita berasama-sama melindungi dan melestarikan hutan yang tersisa saat ini. Hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pelestarian hutan:
1. Kepedulian terhadap hutan mulai dari bagian terkecil khususnya pohon.
2. Pemerintah lebih tegas lagi mengeluarkan kebijakan dalam menangani masalah hutan.
3. Komunikasi dan informasi dalam masyarakat tentang kelestarian hutan harus berjalan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...