Sabtu, 18 Desember 2010

Sampah-sampah yang sulit terurai


Teman-teman pasti sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya, kan. Nah, pernahkah teman-teman bayangkan sampah-sampah tersebut akan dibuang kemana? Ya, sampah-sampah tersebut diangkut oleh petugas kebersihan, kemudian akan dikumpulkan dan dibuang di tempat pembuangan akhir sampah. Sudah tentu di tempat pembuangan akhir sampah tersebut sudah penuh sekali, ya. Beragam jenis sampah berada disana. Ada sampah yang dapat terurai dan ada sampah yang tidak dapat terurai. Nah, kalau sampah yang dapat terurai sudah pasti dapat teratasi. Namun, bagaimana dengan sampah yang tidak dapat diurai ya? Apa saja sih contohnya? Yuk, kita teliti dulu!

Plastik
Sampah plastik paling sering ditemui di tempat sampah. Mulai dari kantong plastik supermarket, gelas minuman plastik, botol minuman, bungkus makanan ringan, bungkus bekas sabun cuci, bungkus pengharum pakaian, hingga peralatan rumah tangga plastik yang sudah rusak. Butuh waktu sekitar 200 hingga 400 tahun untuk menghancurkan sampah tersebut.
Jadi sebaiknya sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah yang bukan plastik. Perhatikan juga sampah makanan yang dimasukkan ke kantong plastik, walaupun sampah tersebut dapat terurai namun karena luarnya dilapisi plastik, sampah di dalamnya akan sulit terurai. Plastik pembungkus itu yang menghambat proses penguraian yang seharusnya terjadi. Teman-teman tahu tidak, membakar sampah plastik dapat membahayakan udara yang kita hirup, loh. Hasil pembakaran plastik tersebut akan menghasilkan asap yang mengandung racun kimia yang bisa menyebabkan penyakit seperti penyakit saluran pernafasan dan kanker paru-paru. Seram, bukan.
Selain mempergunakan kembali botol atau kemasan plastik untuk digunakan keperluan lain, ada beberapa cara untuk mengolah sampah plastik. Teman-teman bisa memulainya dengan memisahkan jenis sampah plastik, misalnya saja botol atau gelas minuman plastik dengan bungkus sabun cuci atau bungkus pengharum pakaian. Botol atau gelas minuman plastik bisa dijual atau diberikan kepada para pemulung. Biasanya mereka akan mengumpulkan botol dan gelas minuman tersebut yang nantinya akan dijadikan biji plastik. Biji plastik tersebut dapat dijadikan barang-barang yang terbuat dari plastik, seperti alat tulis, alat rumah tangga, dan mainan anak. Sedangkan untuk bekas bungkus pengharum pakaian dan bungkus sabun cuci bisa didaur ulang menjadi kerajinan seperti tas belanjaan, dompet, dan barang-barang berguna lainnya.
Baterai
Baterai termasuk sampah bahan berbahaya dan beracun karena mengandung berbagai logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel, dan litium. Kandungan tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Jika baterai yang sudah tidak terpakai lagi dibuang sembarangan, dapat mencemari tanah, air sungai, dan sumber air bersih. Kalau air bersih sudah tercemar oleh limbah baterai sudah tentu sangat berbahaya bagi kesehatan. Kalau teman-teman atau kerabat dekatmu punya baterai handphone, laptop, atau kamera digital yang sudah tidak terpakai lagi, jangan dibuang sembarangan. Coba deh, perhatikan dibelakang baterai tersebut ada tanda tempat sampah disilang. Ini berarti baterai tersebut tidak boleh dibuang di tempat sampah, terkena air, dibakar, hingga terkubur di dalam tanah. Jika terkena air, baterai tersebut akan memproduksi gas hidrogen yang berpotensi untuk meledak. Begitu pula apabila baterai berada pada tekanan tinggi seperti terkubur di dalam tanah.
Untuk menghindari pencemaran lingkungan akibat baterai yang sudah tidak terpakai, teman-teman bisa mengumpulkan baterai bekas yang sudah tidak terpakai lagi pada kotak kardus. Baterai-baterai tersebut bisa diserahkan pada lembaga-lembaga yang peduli lingkungan di kotamu. Beberapa kantor-kantor di kota besar juga sudah menyediakan tempat penampungan baterai yang nantinya akan diserahkan kembalipada perusahaan pembuat baterai atau perusahaan pengolahan limbah.
Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah baterai yang dapat di-charge untuk kebutuhan sehari-hari. Memang harganya lebih mahal daripada yang sekali buang, namun manfaat untuk lingkungan jauh lebih baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...